Aku salah satu manusia yang terlahir didunia ini sebut saja nama ku Bunga. Aku anak hasil dari buah perkawinan orang tua ku. Selama aku dilahirkan, aku belum mengerti apa itu hidup yang sebenar-benarnya. Umur ku semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Aku sudah mengenal arti persahabatan, kasih sayang terhadap orang-orang disekitar aku termasuk orang tua ku. Waktu terus berjalan dan terus-terus berjalan sampai pada titik dimana aku sudah mengenal cinta. Mulanya cinta bagi ku hanya untuk orang tua ku dan sahabat-sahabat terdekat ku, tetapi cinta yang ku rasakan adalah cinta kepada lawan jenis dimana setiap orang akan merasakan itu dan sangat didamba-dambakan. Aku termasuk salah satu orang yang beruntung dari beribu-ribu manusia karena sudah mengenal cinta.
Cinta menurut ku adalah suatu proses dimana sepasang manusia mengenal lebih dalam karakter pasanganya, proses pendewasaan, dan yang paling utama adalah saling menerima kekurangan yang ada didalam diri setiap manusia, proses saling menutupi kekurangan pasangannya dengan kelebihan yang dimiliki dari salah satu diantara kedua manusia yang sudah mengenal cinta itu.
Hari demi hari aku dan pasangan ku menjalani hubungan kasih sayang tersebut. Mulanya cinta itu sangat lah indah bagi ku dan ‘dia’ (sebut saja namanya Andy), sampai pada akhirnya kami dan terutama aku dihadapkan pada suatu masalah yang berhubungan dengan cinta kami.
Masalah demi masalah datang, masalah yang satu belum selesai sudah datang masalah-masalah baru yang membuat aku stress memikirkan jalan keluarnya sampai-sampai merusak aktifitas sehari-hari yang aku lakukan. Ternyata cinta yang bermasalah itu sangat merugikan diri kita sendiri.Akhirnya aku memilih untuk melepaskan cinta Andy. Disaat aku kehilangan “dia”, aku baru menyadari kalau aku sangat membutuhkan “dia”. “Dia” yang selama ini mengisi hari-hari ku kini telah lenyap karena masalah-masalah yang datang bertubi-tubi karena ulah nya.
Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak berhubungan dengan “dia” lagi. Setelah aku berhasil melupakan “dia”, tiba-tiba “dia” muncul kembali dengan membawa cinta yang pernah diberikannya dulu kepada ku. Dia mulai kembali menyatakan perasaan dia kepada ku dan ingin kembali pada ku. Mulanya aku meragukan “dia” mengingat kesalahan yang pernah dibuatnya kepada ku dulu. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali padanya karena rasa sayang yang masih ku miliki. Dengan kembalinya “dia”, hari-hari ku benar-benar penuh warna meskipun dulu hari-hari ku serasa gelap karena kehilangan “dia” sampai pada akhirnya “dia” membawa cahaya untuk menerangi hari-hari ku dengan cintanya. Aku dan “dia” mulai menjalani hubungan itu lagi dengan syarat memperbaiki kekurangan yang ada pada diri masing-masing dan berjanji idak akan mengulangi kesalahan-kesalahan dimasa lalu.
Setelah sekian lama hubungan itu aku jalani bersama “dia” sampai-sampai aku dan “dia” ingin meresmikan hubungan yang sudah kami bangun selama hamper 6 tahun lebih menuju kehubungan yang lebih serius, tiba-tiba muncul suatu masalah yang sangat-sangat berat selama hidup ku dan “dia”. Masalah yang kami hadapi ini benar-benar membutuhkan kerjasama untuk menyelesaikannya. Aku dan “dia” benar-benar takut karena dihadapkan pada masalah yang belum pernah kami hadapi sepanjang hidup kami. Aku dan “dia” betekad untuk menyelesaikannya berdua.
Tapi itulah masalahnya kenapa aku belum bida memenuhi keinginan dia dan juga keluarganya. Aku yang kala itu msih belum siap dengan semua embel2 nyonya yang akan kusandang dan juga karena alasana pendidikan yang belum terselesaikan akhirnya aku memutuskan untuk menjauhinya dan membiarkan dia menikah dengan gadis pilihan orang tuanya. Aku benar-benar tidak sanggup menjalani hidup ini sendiri sampai pada akhirnya aku limpahkan masalah-masalah ku itu kepada salah satu sahabat dekatku. Aku ceritakan sedetail-detailnya masalah ku itu tapi sahabat ku itu tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa memberikan saran-saran yang cukup membuatku sedikit tenang. Aku juga mendapatkan apa arti persahabatan itu sebenarnya, sahabat memang ada disaat aku susah dan senang.
Aku belum berani dan belum punya mental yang kuat untuk menghadapi masalahku itu. Hari-hari yang kujalani setelah masalah itu ada benar-benar tidak enak untuk ku jalani Tetap saja masalah itu menghantui hidup ku, aku benar-benar tidak tenang. Akhirnya aku memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu dan disaat aku menyelesaikan masalah ku itu ternyata “dia” juga membantuku. Sampai pada akhirnya aku bisa menjalani hari-hari ku seperti biasanya meskipun tanpa “dia”.
Aku benar-benar sangat menikmati kesendirianku. Aku bisa kuat menjalani hari-hari ku meskipun tanpa cinta ku namun hubungan aku sama “dia” tetap baik. Kami terus berhubungan meskipun hanya sekedar “kakak adik”. Tapi aku masih merasakan getar-getar cinta dalam dirinya kepada ku masih ada. Sampai suatu hari “dia” kembali lagi dengan cinta nya itu, “dia” sangat ingin aku kembali kepadanya. Aku pun sebenarnya masih merasakan hal yang sama, tapi mungkin karena keegoisanku akhirnya aku memutuskan untuk menjauhinya selamanya.
Sampai akhirnya dia menemukan seseorang yang bisa mendampinginya sampai akhir hayatnya meskipun aku tau banget kalo dia masih tetap mencintaiku…tapi itu semua g mungkin terjadi itu hubungan terlarang seandainya aku mengikuti kemauannya…., aku ga pernah membencinya tetapi setelah perpisahan itu aku berusaha untuk bisa ngejalanin hidup ini sendiri tanpa cinta mungkin…sampai kejadian naas itu terjadi, senin 25 Februari pagi pukul 6.30 dia telp aku dan Cuma mau bilang perpisahan untuk selamanya tetapi telp itu tak kujawab karena aku ga mau menambah masalah dia, akhirnya dia sms aku dan mengatakan selamat tinggal. Aku bener-bener ga tau kalau sms itu merupakan sms terakhir darinya….dia kecelakaan dan masuk ICU selama 4hari aku ga bisa nengok dia karena jarak yang lumayan jauh…dan dia tidak bisa menahan sakitnya hingga maut menjemputnya…..
Sesal, mungkin itu yang kurasakan sekarang karena sampai akhir hayatnya aku belum mengucapkan kata maaf untuknya….sampai pemakaman terakhirnya pun aku juga ga bisa dating ya 29 FEbruari adalah hari dimana dia dimakamkan…..
Selamat jalan mas Andy… semoga kau bahagia disana…maafku tlah terucap untukmu lama sebelum kau meminta maaf…..